Kamis, Desember 13, 2007

Lomba Menulis Artikel TRANS TV

Syarat & Ketentuan:
1.Lomba dapat diikuti oleh wartawan tetap, wartawan lepas & kolumnis
2.Artikel diterbitkan di media cetak selama periode 15 November 2007 – 29 Februari 2008
3.Artikel beserta biodata lengkap dikirimkan kepada:
Marketing PR TRANS TV
d/a: Menara Bank Mega Lt. 20
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790

Paling lambat 5 Maret 2008
Pengumuman Maret 2008 di TRANS TV

Tema Penulisan:
1.Kemampuan TV swasta memenangkan persaingan pertelevisian Indonesia
2.Bergabungnya beberapa TV swasta untuk meraih dominasi pemirsa TV Indonesia

Sub Tema:
1.TV sebagai media utama hiburan masyarakat
2.Kekuatan variety show sebagai program andalan untuk menandingi sinetron Indonesia
3.In House Production sebagai salah satu alternatif utama untuk mengimbangi program Production House
4.Kebutuhan program anak-anak yang variatif & mendidik dalam dunia pertelevisian Indonesia
5.Infotainment: kebutuhan informasi atau fenomena dunia broadcast?
6.Mempertahankan nilai-nilai idealisme melalui variasi program religius & program features (Jelajah, Surat Sahabat)
7.Persaingan program pemberitaan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi teraktual

Kriteria Penulisaan:
1.Orisinil & artikel tersebut hanya boleh dipublikasikan/diterbitkan selama periode lomba
2.Panjang karakter
3.Akurasi data/informasi
4.Foto/gambar
5.Isi tulisan menyoroti atau membahas tentang TRANS TV
6.Kedalaman tulisan

Hadiah:
Pemenang I Rp 12.000.000
Pemenang II Rp 8.000.000
Pemenang III Rp 6.000.000

Informasi:
Marketing Public Relations TRANS TV
Telp. 021-79177000 ext. 2072
HP. 0819 0819 9111
Email: public.relations@transtv.co.id

Progam Beasiswa Pendidikan Sukainternet Komunitas

Sukainternet.com memberikan beasiswa kepada pelajar SD/SMP/SMA di seluruh Indonesia sebesar Rp 100.000 (Seratus Ribu Rupiah) perbulan.

Permohonan yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu untuk melihat kelengkapan syarat-syaratnya. Sukainternet.com bebas memilih siapa yang berhak memperoleh beasiswa.

Sukainternet.com akan memberhentikan beasiswa, jika uang yang diberikan tidak digunakan sebagaimana mestinya

Untuk info kirim e-mail ke : sukanet_komunitas@yahoo.com

Sumber : http://profiles.friendster.com/sukanet

Lomba Menulis Cerita Pendek

Dalam rangka memperingati seabad Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2008,Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) DKI Jakarta akan mengadakan LombaMenulis Ceritera Pendek (cerpen) dengan tema “memperkokoh persatuan bangsa”.

Lomba terbuka untuk umum dengan syarat/ketentuan sebagai berikut :
· Peserta harus melampirkan fotocopy KTP/kartu identitas lainnya.
· Bahasa yang digunakan bahasa Indonesia EYD.
· Naskah harus asli bukan terjemahan atau saduran dan belum pernahdipublikasikan, baik melalui media cetak maupun elektronik.
· Setiap peserta paling banyak mengirim 2 (dua) buah naskah.
· Naskah harus diketik dengan menggunakan Microsoft Word di atas kertas HVSukuran kuarto dengan jarak 2 (dua) spasi, font Arial ukuran 12 (duabelas).
· Panjang naskah 1500 – 2000 kata, dikirim rangkap 3 (tiga) disertai sebuahCD.
· Naskah dikirim melalui pos ke alamat PERHIMPUNAN INTI DKI JAKARTA palinglambat cap pos 15 Maret 2008.
· Alamat PERHIMPUNAN INTI DKI JAKARTA:
Superblok Megaglodok Kemayoran (MGK)
Office Tower B Lantai 10
Jl. Angkasa Kav. B 6
Kota Baru Bandar Kemayoran
Jakarta 10610
· Pada bagian kiri amplop harus ditulis “Sayembara Menulis Cerpen INTI 2008”.
· Naskah yang tidak memenuhi syarat/ketentuan akan diabaikan.
· Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat.
· Dua puluh cerpen terbaik akan diterbitkan dengan copy right milikPerhimpunan INTI DKI Jakarta termasuk hak untuk menyunting judul dan isinya.
· Hasil lomba akan diumumkan dalam suatu acara memperingati seabad HariKebangkitan Nasional 28 Mei 2008 dan akan dipublikasikan melalui WebsitePerhimpunan INTI (www.inti.or.id), majalah Suara Baru dan Sinergi.

Hadiah :
Juara Pertama uang sejumlah 5 (lima) juta rupiah.
Juara Kedua uang sejumlah 3 (tiga) juta rupiah.
Juara Ketiga uang sejumlah 2 (dua) juta rupiah.
Juara Harapan lima orang masing-masing 1 (satu) juta rupiah.

Sumber : www.inti.or.id

Beasiswa Penyusunan Skripsi S1

Kumpulan Minang Watch memberikan kesempatan bagi para mahasiswa semester akhir program S1, berupa beasiswa penelitian dan penyusunan skripsi.

Persyaratan:
1. Orang Minang atau punya ketertarikan kepada Minang.
2. Terdaftar sebagai mahasiswa program S1 pada perguruan tinggi di Indonesia yang diakui keberadaannya menurut sistem perundangan Indonesia. Sedang atau akan memasuki tahap penulisan skripsi, ditamakan kelompok ilmu sosial.
3. Tema Penelitian Skripsi harus berhubungan dengan organisasi minang perantauan dan dinamika orang minang rantau.
4. Menyatakan kesediaan dalam bentuk tertulis bahwa KMW berhak mempublikasikan hasil dan data penelitian tersebut.

Ketentuan Pendaftaran.
Mengirimkan surat permohonan via email ke alamat: mantari_sutan@yahoo.com.
Dengan attachment berupa foto kopi kartu mahasiswa.

Sumber : http://kumpulanminangwatch.wordpress.com

Beasiswa Tanoto Foundation

Program Beasiswa Tanoto Foundation Tahun Akademik 2008/2009 untuk Sarjana Strata 1 (S1) dan Sarjana Strata 2 (S2) kembali dibuka.

Untuk periode ini, kami menyediakan beasiswa untuk 300 mahasiswa S1 dan 50 mahasiswa S2 dari berbagai Disiplin Ilmu, yang lulus seleksi dan berasal dari enam Perguruan Tinggi Negeri mitra Tanoto Foundation, yaitu:
• Universitas Indonesia
• Universitas Gadjah Mada
• Institut Teknologi Bandung
• Institut Pertanian Bogor
• Univesitas Sumatra Utara
• Universitas Riau

Periode pendaftaran: Mulai 10 Desember 2007 sampai 31 Januari 2008.

Kriteria Pendaftar:

* Program Sarjana Strata Satu
- Warga Negara Indonesia,
- Terdaftar sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi mitra,
- Usia maksimum 21 tahun pada bulan Juli 2008,
- Minimum IPK terakhir = 3,00 (skala 4,00),
- Bagi mereka yang baru duduk di tahun pertama Perguruan Tinggi, minimum nilai rata-rata rapor kelas 3 SMU = 8,0 (skala 10,0),
- Membutuhkan dukungan finansial,
- Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk ikut memajukan bangsa Indonesia,
- Sedang tidak menerima beasiswa dari Institusi lain.

* Program Sarjana Strata Dua
- Warga Negara Indonesia,
- Terdaftar sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Mitra,
- Usia maksimum 40 tahun pada bulan Juli 2008,
- Mempunyai pengalaman kerja minimum 2 tahun setelah menyelesaikan program S1,
- Minimum IPK = 3,25 (skala 4,00),
- Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk ikut memajukan bangsa Indonesia,
- Sedang tidak menerima beasiswa dari Institusi lain.

Formulir:
Dapat di peroleh dengan men-download dari website kami ini, yang jika telah dilengkapi dapat dikembalikan dengan dua cara, yaitu:
- Melalui kantor Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni masing-masing Perguruan Tinggi Negeri, paling lambat pada 31 Januari 2008.
- Langsung dikirimkan ke Tanoto Foundation dengan mencantumkan tulisan “BEASISWA” pada bagian kiri atas amplop, paling lambat tanggal Cap Pos 31 Januari 2008, ke P.O. Box 2117 JKP 10021.

Proses Seleksi:
Calon terseleksi akan diikut-sertakan dalam tes psikologi pada Maret – April 2008,
Mereka yang lulus dari seleksi tersebut akan diikut-sertakan dalam proses wawancara pada April - Mei 2008.

Pengumuman: Pada Juli 2008, melalui Perguruan Tinggi Negeri masing-masing.

KEPUTUSAN BERSIFAT MUTLAK DAN TIDAK BISA DIGANGGU GUGAT

Formulir S2.... download
Formulir S1.... download

Kontak :
Tanoto Foundation
Jl. MH. Thamrin No. 31, Jakarta 10230, Indonesia
Telp : 62 (0)21 3923189
Fax : 62 (0)21 3923174
E-mail : info@tanoto-foundation.or.id
Website : www.tanoto-foundation.or.id

Sumber : www.tanoto-foundation.or.id

Sabtu, Desember 01, 2007

DORAEMON - The End

Ada gosip baru ni...!!! (he3x... dasar tukang gosip...!!!)
aQ baru aja terima email dari sebuah milis. Isinya tentang ending dari cerita serial kartun Doraemon. (salah satu cerita & tokoh kartun yang aQ idolain; dari kecil sampe sekarang, walaupun udah gede & berstatus mahasiswa...)
Begini ceritanya...

Pada suatu hari sepulang sekolah, Nobita bergegas menuju kamarnya dan hendak mengajak Doraemon bermain. Ternyata Doraemon sedang tidur di kamar.
"Doraemon... Main yyuuukkkk...!!!", ajak Nobita.
Tapi Doraemon tidak bereaksi. Nobita berpikir, mungkin Doraemon beristirahat karena kelelahan. Akhirnya, dia pun pergi bermain sendiri ke rumah Shizuka.
Beberapa jam kemudian, Nobita pulang. Dan ternyata Doraemon masih tidur. Nobita mulai merasa curiga. Dia mencoba membangunkan Doraemon. Namun tetap tak ada reaksi. Nobita mulai khawatir dengan keadaan Doraemon tersebut.
Dia berusaha dengan berbagai cara untuk membangunkan Doraemon. Namun tetap sia sia saja. Bahkan dia sudah menangis, merengek, dan berteriak, seperti yang biasa diia lakukan jika mempunyai masalah. Namun Doraemon tetap diam.
Nobita kemudian punya ide untuk pergi ke masa depan dan menemui Dorami, adik Doraemon. Dia mengajak Dorami untuk datang ke tahun 1998, waktu saat itu dan melihat kondisi Doraemon.
Setelah memeriksa Doraemon beberapa lama, akhirnya Dorami pun menjelaskan apa yang terjadi dengan Doraemon.
"Baterainya habis", jelas Dorami.
Awalnya, Nobita merasa lega. "Jadi cuma habis baterai ya? Gak rusak kan?", tanya Nobita. "Kalau begitu, Dorami tolong ganti aja baterainya agar Doraemon bisa bangun lagi".
Namun Dorami menggelengkan kepala. "Tapi... Aku tidak bisa melakukannya Nobita", ujar Dorami.
"Kenapa?"
"Baterai utama Doraemon ada di sini, di dekat kantongnya dan sekarang telah habis. Sebenarnya, dia punya baterai cadangan di telinganya. Tapi kamu pasti tau, kalau telinga Doraemon rusak digigit tikus beberapa tahun lalu. Jadi sekarang Doraemon gak punya baterai cadangan", jawab dorami.
"Jadi...?"
"Jadi kalau aku mengganti baterainya, maka semua memori tentang kamu akan terhapus. Doraemon gak akan mengenalmu lagi, Nobita"
Mendengar hal itu, Nobita menutup matanya dan mulai menangis.
Akhirnya, dia pun berkata pada dorami. "Terima kasih, Dorami! Biar aku yang mengurus Doraemon sekarang. Kamu bisa kembali ke masa depan".
Dorami sesaat tertegun. Tidak tahu harus berbuat apa. Lalu dia memeluk lembut nobita, sebelum akhirnya kembali ke masa depan.
Kemudian, Nobita dengan hati-hati menyimpan jasad Doraemon di dalam lemari.
Tahun 2010
Nobita sudah beranjak dewasa. Sejak kematian Doraemon, Nobita berubah drastis. Dia sadar selama ini selalu bergantung pada Doraemon. Maka sejak saat itu Nobita yang biasanya pemalas, berubah menjadi rajin belajar serta tidak cengeng dan gampang mengeluh lagi.
Kematian Doraemon sendiri, dirahasiakan Nobita dari teman-temannya. Dia hanya mengatakan, bahwa Doraemon telah kembali ke masa depan.
Ternyata perubahan drastis Nobita membuat Shizuka menjadi jatuh cinta padanya. Dan akhirnya mereka menikah.
Berkat kerja kerasnya, Nobita menjadi seorang ilmuwan. Dia mempunyai laboratorium pribadi di kamarnya. Dan dia tidak mengizinkan siapapun masuk ke sana, bahkan Shizuka sekalipun, dengan alasan berbahaya.
Hingga suatu hari, Nobita memanggil Shizuka ke laboratoriumnya. Shizuka sangat terkejut, melihat apa yang sebenarnya dirahasiakan oleh Nobita selama ini di dalam laboratoriumnya. Di sana Shizuka melihat sesosok robot yang sangat dikenalnya saat masih kecil. Dia melihat Doraemon terbaring tidak bergerak.
"Sebentar Shizuka!Aku akan menghidupkannya". Nobita menekan sebuah tombol yang berada di dekat Doraemon. Dengan perlahan robot itu pun membuka matanya.
Dan jelaslah saat itu, bahwa sebenarnya Doraemon diciptakan oleh Nobita sendiri. Dia menjadi rajin dan tekun belajar, karena ingin menghidupkan kembali sahabat terbaiknya itu. Lalu kemudian, Nobita dewasa mengirim Doraemon ke masa lalu untuk menolong Nobita SD dan untuk mendidiknya agar menjadi Nobita yang sekarang.

Demikianlah sebagain kecil dari ending cerita Doraemon. Sedikit mengharukan (hiks... hiks...) Percaya gak percaya, terserah kawan2. Yang jelas, menurut email yang aQ terima, ending cerita Doraemon versi ini telah beredar di internet.

Saat Tulisan yang Sama Dimuat di Media Cetak

Beberapa waktu yang lalu, penulis membaca sebuah opini di sebuah harian Kota Medan. Dalam penilaian penulis, opininya cukup bagus. Karena memang topik yang diangkat adalah topik yang memang sedang hangat dibicarakan. Namun, bukan masalah topiknya itu yang ingin penulis bahas di sini. Tetapi tentang fakta bahwa ternyata opini yang sama juga dimuat oleh sebuah harian Kota Medan lainnya, pada waktu yang bisa dikatakan hampir bersamaan, sehari setelah tulisan tersebut pertama kali dimuat.

Tentu muncul sebuah pertanyaan, terutama di benak penulis sebagai seorang penulis pemula yang belum terlalu mengetahui seluk beluk aturan dalam dunia kepenulisan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal tulisan tersebut sama, dan penulisnya juga sama. Kok bisa dimuat di dua media cetak yang berbeda, bahkan dengan waktu hampir bersamaan? Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu juga sempat hadir di benak kawan-kawan penulis pemula lainnya.

Secara pribadi mungkin kita menganggap bahwa itu adalah sebuah rejeki nomplok. Karena hanya dengan menulis dan mengirimkan satu tulisan saja ke beberapa media cetak, kita mendapat honor yang berkali lipat. Atau mungkin, kita juga sempat berpikir bahwa tulisan kita sangat diminati oleh redaksinya. Mungkin karena topik yang diangkat memang sedang hangat dibicarakan, atau bisa juga karena opini tersebut memang bagus.

Namun ternyata, pemikiran tersebut salah. Dalam e-mail Erwin Arianto, SE. [erwinarianto@gmail.com], salah seorang penulis lepas, berjudul ”Menulis di Media Cetak” dipaparkan bahwa:
”Jangan pernah mengirim satu tulisan pada dua koran nasional atau dua koran yang satu daerah dalam waktu bersamaan. Karena kalau sama-sama dimuat di kedua koran tersebut, kita akan mendapat sanksi berupa tulisan kita tidak akan dimuat di keduanya (kedua media cetak tersebut –pen)”.

Tidak jauh berbeda dengan tanggapan Hasan Al Banna, seorang penulis dan staf Balai Bahasa Medan yang tulisannya sering dimuat di beberapa harian lokal dan harian nasional. Beliau mengatakan, para penulis harus menghindari pengiriman tulisan yang sama kepada dua media cetak yang berbeda pada waktu bersamaan. Jika hal seperti ini ketahuan oleh redaksi media cetak yang bersangkutan, nama penulis tersebut bisa di-blacklist. Bahkan beliau mengistilahkan hal seperti ini dengan ”menipu secara intelektual”.

Setiap Tulisan yang Masuk Adalah Hak Redaksi
Kenapa tidak boleh? Mungkin pertanyaan ini yang kemudian akan muncul di benak kita para penulis pemula. Kalau memang tulisannya bermutu dan opininya bernas, kenapa tidak untuk dimuat di beberapa media cetak yang berbeda dalam waktu bersamaan? Apalagi jika tulisannya itu up to date.

Seperti yang kita ketahui bersama, setiap tulisan yang masuk ke sebuah media cetak menjadi hak redaksi tersebut dalam penerbitannya. Apakah tulisan tersebut nanti akan diterbitkan (naik cetak), atau masuk tong sampah alias ditolak, itu sepenuhnya hak redaksinya. Jadi kita tidak berhak untuk mengirimkannya juga ke media cetak yang lain. Apalagi dalam waktu bersamaan.

Oleh karena itu, pada beberapa media cetak juga diatur bahwa tulisan yang juga belum diterbitkan hingga jangka waktu tertentu, maka tulisan tersebut dianggap ditolak. Jika memang telah melewati batas waktu tersebut, barulah kita mempunyai hak lagi untuk mengirimkan tulisan yang sama ke media cetak yang lain.

Namun terkadang, juga banyak media cetak yang tidak menjelaskan tentang aturan yang memang tidak baku ini. Jika suatu ketika kita berhadapan dengan keadaan seperti ini, maka kita bisa mencari solusinya dengan meminta keterangan langsung dari redaksi media cetak tersebut. Atau mungkin seperti saran Bang Hasan, kita bisa langsung meminta izin (permisi) kepada redaksi media cetak tersebut untuk mengirim tulisan yang sama ke media cetak yang lain.

Belum Ada Aturan Hukum
Masih menurut Bang Hasan, secara hukum hal seperti ini memang belum diatur. Karena memang belum ada undang-undang yang mengaturnya. Oleh sebab itu juga, tidak ada sanksi yang jelas dan pasti untuk kejadian pemuatan tulisan yang sama di dua media cetak yang berbeda pada waktu bersamaan, seperti dijelaskan di awal.

Namun secara etika dan moral, kita tetap harus mematuhi aturan tidak baku tersebut. Peraturan ini memang diatur sendiri oleh redaksi media cetak yang bersangkutan. Sehingga pada beberapa media cetak, ada peraturan yang berbeda tentang hal ini.

Sedangkan untuk sanksinya juga merupakan inisiatif dari redaksi, tidak diatur secara hukum dan tertulis. Seperti contoh, ada media cetak yang mem-blacklist penulis yang ketahuan mengirimkan tulisan yang sama pada dua media cetak berbeda dan dimuat dalam waktu bersamaan. Walaupun memang terkadang sanksi tersebut hanya berlaku untuk sementara waktu.

Aturan yang dijelaskan di atas memang masih sebuah aturan tidak baku dan tidak ada landasan secara hukum. Namun semua penulis pasti mengetahui tentang aturan tersebut, dan pasti sepakat dengan hal itu.

Medan, 08 September 2007

*Dimuat di Harian Medan Bisnis Minggu tanggal 18 November 2007

ada pesan dari sebuah kisah ...

jika umurmu tidak sepanjang dunia, maka perpanjanglah dengan tulisan